Bintaro Design District 2019 Mengangkat Desain yang Inklusif untuk Bintaro dan Jakarta
Pada 28 November 2019, Bintaro Design District (BDD) kembali diadakan sebagai kelanjutan dari acara serupa yang dilaksanakan tahun lalu. Berawal dan berpusat di Bintaro, BDD digagas oleh empat orang arsitek dan desainer grafis, yaitu Andra Matin, Budi Pradono, Danny Wicaksono, dan Hermawan Tanzil. Melanjutkan tema BDD tahun lalu bertajuk “Permeable Society”, tahun ini, para kurator melangkah lebih jauh dengan mengangkat tema “Inclusivity”.
Para Kurator (kiri ke kanan): Budi Pradono, Andra Matin, Danny Wicaksono, dan Hermawan Tanzil
Tema “Inclusivity” diangkat karena adanya persepsi masyarakat lokal bahwa desain atau sesuatu yang dirancang dengan baik hanya dapat diakses oleh kalangan tertentu. Para kurator beserta 98 peserta terpilih yang terdiri dari arsitek, desainer interior, produk, grafis, dan pelaku kreatif lainnya mencoba menepis persepsi tersebut dengan menghadirkan karya-karya yang sebisa mungkin terbuka dan menjangkau sebanyak mungkin orang. Melalui kolaborasi, terdapat sekitar 70 karya pameran beserta sejumlah event dan kegiatan tersebar di Bintaro, Tangerang, dan Jakarta.
Salah satu karya yang dipamerkan pada 1x1 Exhibition, Pelepah oleh Footloose Initiative, Patri Gastronomi
Tahun ini, BDD juga bekerja sama lebih lanjut dengan Pembangunan Jaya sebagai pengembang daerah Bintaro. Kerja sama ini tentu memberi dampak yang sangat signifikan terhadap festival desain di Bintaro tahun ini, khususnya terkait izin merancang karya di lokasi yang lebih banyak dan yang lebih fleksibel. Bahkan, dengan kerja sama ini, beberapa instalasi yang dianggap layak dan memberi pengaruh besar akan dijadikan elemen permanen di ruang-ruang publik yang ada di Bintaro.
Genang oleh Adria Yurike Architects
String Composition oleh BIROE, Locarasa, Josh Marcy Company
Anata Rupa oleh Anneke Prasyanti, Formologix, VIRO
Skala pengadaan Bintaro Design District tahun ini turut mengalami perluasan sehingga ada dua collateral event yang berlangsung bersamaan dengan BDD 2019. Di Dia.Lo.Gue Artspace, pameran Seek A Seek menampilkan berbagai karya desainer grafis terkurasi dan kritis yang berlangsung selama dua bulan. Lalu di Galeri Nasional, andramatin menggelar pameran tunggalnya, Prihal, selama dua minggu, untuk menceritakan perjalanan karir dan karya andramatin selama 21 tahun sejak biro arsitektur tersebut dibentuk. Selain collateral event, BDD juga bekerja sama dengan Museum MACAN dan M Bloc sebagai lokasi satelit untuk instalasi maupun kegiatan yang berada di luar Bintaro.
Rasa Huni oleh Atelieryoda, J&M Publishing
Ayu Ayun oleh andramatin
Bintaro Design District 2019 akan diadakan selama sepuluh hari ke depan sampai 7 Desember 2019. BDD 2019 juga didukung app karya Antikode agar para peserta dapat lebih mudah bernavigasi dan menikmati setiap karya maupun kegiatan selama event ini berlangsung. Dengan harapan bahwa karya-karya dan kegiatan kolaboratif semakin menggaungkan semangat merancang yang inklusif, BDD 2019 bukan sekadar menjadi perayaan desain bagi para pelaku kreatif, namun secara langsung dapat mempertegas keberadaan dan pentingnya desain di tengah masyarakat.
Aplikasi Bintaro Design District dapat diunduh di: bit.ly/bdd-app