The Garden, Sejuk dengan Sentuhan Rimbun Tanaman dan Bunga
Prinsipal Arsitek | : | Leo Einstein | ||||||
Lokasi | : | Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara | ||||||
Luas Lahan | : | 526m2 | ||||||
Tahun Terbangun | : | 2018 | ||||||
Fotografer | : | William Kalengkongan | ||||||
Manufaktur | : | Daikin |
Deskripsi oleh Einstein and Associates
The Garden merupakan restoran kasual yang terletak di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Konsep desain yang dihadirkan adalah "taman didalam restaurant dengan tanaman dan bunga". Ide awal dari restaurant ini adalah ingin menghadirkan suasana makan di taman tanpa ada batasan indoor dan outdoor. Tantangan dari desain ini adalah merubah dua ruko menjadi restaurant yang memiliki konsep taman sehingga pada saat customer datang ke The Garden mereka merasakan oasis yang berbeda dan tidak terasa seperti didalam sebuah ruko.
©William Kalengkongan
©William Kalengkongan
Artikel Lainnya: Tjipta House - Tampil Beda dengan Desain Menyatu ke Alam
Penggabungan antara arsitektur, interior, dan desain lansekap The Garden membuat suasana yang berbeda. Kesan kembali ke alam dihadirkan dengan penggunaan material natural sehingga menyatu dengan alam. Menggali sedikit lebih dalam ke konsep desain, bangunan ini diposisikan di tengah taman yang dirancang dengan indah. Untuk melengkapi semua ini, desain The Garden dirancang dengan layout yang menghilangkan batasan antara indoor dan outdoor dengan permainan bidang transparan seperti bukaan jendela yang besar yang menghadap ke taman depan. Interiornya didesain dengan permainan taman sehingga menyatu dengan bagian taman diluar.
©William Kalengkongan
©William Kalengkongan
Restoran ini dibagi menjadi tujuh ruang utama di antaranya pintu masuk koridor foyer, main dining, bar dining, void dining, garden dining, secret dining @Basement and mezzanine dining. Untuk memasuki restoran, pengunjung diarahkan menuju koridor taman yang rimbun dengan tanaman dan peralatan berkebun. Didesain seperti ini dengan tujuan pada saat memasuki area The Garden pengunjung dibuat seperti menemukan oasis yang tersembunyi ditengah kota berupa taman yang indah dan membawa kita kembali ke alam.
©William Kalengkongan
©William Kalengkongan
Kemudian setelah melalui koridor taman terdapat foyer lobby berupa bangku ayunan dan receptionist yang menyambut pengunjung sebelum memasuki area restaurant. Dari foyer lobby terdapat pintu masuk utama restaurant yang mengarah ke area main dining dan bar. Penggunaan material alam seperti batu bata, kayu, batu alam dan ubin terakota semuanya menyatu menjadi satu elemen desain utama yang menjadikan suasana hangat dan nyaman untuk pengalaman bersantap.
©William Kalengkongan
©William Kalengkongan
Di tengah-tengah restoran terdapat satu vocal point restaurant berupa void dining yang merupakan area transisi restaurant yang membagi area lantai dasar dan lantai bawah tanah menuju ke secret dining yang tersembunyi di bawah tanah. Void dining sebagai area transisi memiliki satu sudut area makan yang berada ditengah taman. Area secret dining terdiri dari bar dan lounge tersem bunyi dengan konsep taman bunker bawah tanah.
Artikel Lainnya: MO House - Mengubah Gaya Hidup Minimalis di Lahan Terbatas
©William Kalengkongan
©William Kalengkongan
Pada bagian belakang restaurant terdapat area garden dining. Pengaturan layout keseluruhan garden dining didesain geometris dengan meja bar komunal panjang, sofa setengah lingkaran di teras dan area makan di bangku taman di tengah taman. Terdapat bangku ayunan untuk makan di area garden dining yang menjadi daya tarik area tersebut. Pada bagian tersebut didesain seperti kita berada di dalam bangunan gudang tanaman yang lengkap dengan peralatan berkebun dengan pencahayaan alami yang berasal dari skylight atap segitiga yang memberikan cahaya matahari langsung masuk kedalam restaurant.
©William Kalengkongan
©William Kalengkongan
Aksen bunga, furniture warna-warni, ubin terakota, lantai batu kobalt, dinding bata di seluruh dinding utama dan struktur atap gudang dengan skylight yang memberikan cahaya matahari langsung menciptakan suasana kembali ke alam. Pengunjung dibuat merasa seperti berada di taman dan tidak merasa seperti berada didalam ruko pada umumnya.
©William Kalengkongan
©William Kalengkongan
Salah satu lantai didalam ruko dibongkar dan dijadikan void dengan tujuan memberikan kesan plafon yang tinggi dan satu bagian tetap dipertahankan dan digunakan sebagai mezzanine. Mezzanine yang terletak di lantai dua lebih kecil dari lantai pertama, terutama karena adanya void yang menghadap ke ruang makan lantai pertama. Ruang makan mezzanine yang terletak di lantai dua tidak memiliki batas yang memisahkan pandangan ke lantai pertama, hanya dibatasi oleh railing pembatas. Hal ini membuat pengunjung di dalamnya merasa lebih dekat dengan alam dan dapat menyentuh pucuk daun pohon yang terdapat di lantai dasar.
©William Kalengkongan
©William Kalengkongan
Dalam restaurant ini terdapat dinding yang didominasi oleh bata yang dipadukan dengan kayu daur ulang hijau sebagai aksen. Pada bagian plafon digunakan plafon kayu solid dan daur ulang sehingga memberikan kesan natural. Selain sebagai area untuk makan, mezzanine juga memiliki sofa yang berfungsi untuk tempat bersantai dan terdapat beberapa meja communal untuk pengunjung yang datang dengan group besar.
Lihat foto proyek selengkapnya:
https://www.archify.com/project/the-garden
Lihat profil Einstein and Associates:
https://www.archify.com/einstein-associates
Artikel Lainnya: MP Office - Penerapan Wabi Sabi Style yang Iconic