Di atas lahan yang terbatas seluas 4x16, Afeefa House merupakan hunian yang compact dam mungil tapi tetap terasa lega, nyaman, dan fungsional. Desainnya mengutamakan optimalisasi tata ruang, pencahayaan alami, dan sirkulasi udara yang baik sehingga menciptakan pengalaman tinggal yang lega.
Tampak depan rumah didominasi oleh roster merah dengan bukaan besar, memperkuat estetika sekaligus kenyamanan termal.
Dengan dimensi yang hanya 4 meter lebarnya, setiap ruang didesain agar tetap memiliki kesan luas dan terang, menghindari suasana sumpek yang sering terjadi pada rumah ukuran mungil.
Masuk dari entrance, terdapat ruang penerima tamu yang berfungsi sebagai buffer area sebelum memasuki rumah. Ruangan ini memungkinkan interaksi dengan tamu tanpa harus mengorbankan privasi penghuni. Begitu melewati pintu geser, penghuni langsung masuk ke ruang utama tanpa sekat yang mencakup ruang keluarga, ruang makan, dan innercourt. Konsep open plan ini membuat ruang terasa lebih besar dan fleksibel untuk berbagai aktivitas.
Ruang makan berbentuk bar table menghadap langsung ke innercourt, memberikan pengalaman makan yang lebih menyenangkan dengan pemandangan hijau. Dapur model linear ditempatkan bersebelahan, tetapi tetap terpisah oleh koridor yang menghubungkan ke kamar utama. Tata letak ini memastikan dapur tetap fungsional tanpa mengganggu jalur sirkulasi utama.
Salah satu fitur utama Afeefa House adalah innercourt sepanjang 3 meter yang berperan sebagai pusat pencahayaan dan ventilasi alami. Berkat innercourt ini, seluruh ruang di lantai 1 mendapatkan akses cahaya matahari dan udara segar secara maksimal. Pohon Anting Putri di innercourt menjadi elemen natural yang mempercantik ruang dan memberikan efek sejuk ke seluruh rumah. Innercourt bisa dinikmati dari ruang keluarga, ruang makan, dapur, hingga kamar utama, membuat suasana lebih hidup dan dinamis.
Di bagian paling belakang rumah, terdapat kamar utama dengan kamar mandi dalam. Lokasinya yang jauh dari area publik memberikan privasi maksimal, menjadikannya tempat istirahat yang tenang.
Meskipun rumah ini mungil, lantai 2 tetap dibuat efisien dan optimal. Zonasi di lantai ini terdiri dari area belajar, dua kamar anak, serta area laundry dan jemuran. Di awal tangga, terdapat ruang belajar yang berfungsi sebagai area kerja atau tempat anak-anak mengerjakan tugas. Dua kamar anak berada di sisi kanan dan kiri, dengan ventilasi alami dari bukaan jendela yang menghadap ke innercourt. Sirkulasi udara tetap lancar, sehingga ruangan tidak terasa pengap meskipun berada di lantai atas. Di tengah lantai 2, terdapat ruang cuci dan setrika yang bersebelahan dengan area jemuran.Jemuran ini dilengkapi jendela besar yang bisa dibuka, Jendela ini juga berfungsi sebagai akses ke atap untuk maintenance jika diperlukan.
Di atas lahan yang terbatas seluas 4x16, Afeefa House merupakan hunian yang compact dam mungil tapi tetap terasa lega, nyaman, dan fungsional. Desainnya mengutamakan optimalisasi tata ruang, pencahayaan alami, dan sirkulasi udara yang baik sehingga menciptakan pengalaman tinggal yang lega.
Tampak depan rumah didominasi oleh roster merah dengan bukaan besar, memperkuat estetika sekaligus kenyamanan termal.
Dengan dimensi yang hanya 4 meter lebarnya, setiap ruang didesain agar tetap memiliki kesan luas dan terang, menghindari suasana sumpek yang sering terjadi pada rumah ukuran mungil.
Masuk dari entrance, terdapat ruang penerima tamu yang berfungsi sebagai buffer area sebelum memasuki rumah. Ruangan ini memungkinkan interaksi dengan tamu tanpa harus mengorbankan privasi penghuni. Begitu melewati pintu geser, penghuni langsung masuk ke ruang utama tanpa sekat yang mencakup ruang keluarga, ruang makan, dan innercourt. Konsep open plan ini membuat ruang terasa lebih besar dan fleksibel untuk berbagai aktivitas.
Ruang makan berbentuk bar table menghadap langsung ke innercourt, memberikan pengalaman makan yang lebih menyenangkan dengan pemandangan hijau. Dapur model linear ditempatkan bersebelahan, tetapi tetap terpisah oleh koridor yang menghubungkan ke kamar utama. Tata letak ini memastikan dapur tetap fungsional tanpa mengganggu jalur sirkulasi utama.
Salah satu fitur utama Afeefa House adalah innercourt sepanjang 3 meter yang berperan sebagai pusat pencahayaan dan ventilasi alami. Berkat innercourt ini, seluruh ruang di lantai 1 mendapatkan akses cahaya matahari dan udara segar secara maksimal. Pohon Anting Putri di innercourt menjadi elemen natural yang mempercantik ruang dan memberikan efek sejuk ke seluruh rumah. Innercourt bisa dinikmati dari ruang keluarga, ruang makan, dapur, hingga kamar utama, membuat suasana lebih hidup dan dinamis.
Di bagian paling belakang rumah, terdapat kamar utama dengan kamar mandi dalam. Lokasinya yang jauh dari area publik memberikan privasi maksimal, menjadikannya tempat istirahat yang tenang.
Meskipun rumah ini mungil, lantai 2 tetap dibuat efisien dan optimal. Zonasi di lantai ini terdiri dari area belajar, dua kamar anak, serta area laundry dan jemuran. Di awal tangga, terdapat ruang belajar yang berfungsi sebagai area kerja atau tempat anak-anak mengerjakan tugas. Dua kamar anak berada di sisi kanan dan kiri, dengan ventilasi alami dari bukaan jendela yang menghadap ke innercourt. Sirkulasi udara tetap lancar, sehingga ruangan tidak terasa pengap meskipun berada di lantai atas. Di tengah lantai 2, terdapat ruang cuci dan setrika yang bersebelahan dengan area jemuran.Jemuran ini dilengkapi jendela besar yang bisa dibuka, Jendela ini juga berfungsi sebagai akses ke atap untuk maintenance jika diperlukan.
Di atas lahan yang terbatas seluas 4x16, Afeefa House merupakan hunian yang compact dam mungil tapi tetap terasa lega, nyaman, dan fungsional. Desainnya mengutamakan optimalisasi tata ruang, pencahayaan alami, dan sirkulasi udara yang baik sehingga menciptakan pengalaman tinggal yang lega.
Tampak depan rumah didominasi oleh roster merah dengan bukaan besar, memperkuat estetika sekaligus kenyamanan termal.
Dengan dimensi yang hanya 4 meter lebarnya, setiap ruang didesain agar tetap memiliki kesan luas dan terang, menghindari suasana sumpek yang sering terjadi pada rumah ukuran mungil.
Masuk dari entrance, terdapat ruang penerima tamu yang berfungsi sebagai buffer area sebelum memasuki rumah. Ruangan ini memungkinkan interaksi dengan tamu tanpa harus mengorbankan privasi penghuni. Begitu melewati pintu geser, penghuni langsung masuk ke ruang utama tanpa sekat yang mencakup ruang keluarga, ruang makan, dan innercourt. Konsep open plan ini membuat ruang terasa lebih besar dan fleksibel untuk berbagai aktivitas.
Ruang makan berbentuk bar table menghadap langsung ke innercourt, memberikan pengalaman makan yang lebih menyenangkan dengan pemandangan hijau. Dapur model linear ditempatkan bersebelahan, tetapi tetap terpisah oleh koridor yang menghubungkan ke kamar utama. Tata letak ini memastikan dapur tetap fungsional tanpa mengganggu jalur sirkulasi utama.
Salah satu fitur utama Afeefa House adalah innercourt sepanjang 3 meter yang berperan sebagai pusat pencahayaan dan ventilasi alami. Berkat innercourt ini, seluruh ruang di lantai 1 mendapatkan akses cahaya matahari dan udara segar secara maksimal. Pohon Anting Putri di innercourt menjadi elemen natural yang mempercantik ruang dan memberikan efek sejuk ke seluruh rumah. Innercourt bisa dinikmati dari ruang keluarga, ruang makan, dapur, hingga kamar utama, membuat suasana lebih hidup dan dinamis.
Di bagian paling belakang rumah, terdapat kamar utama dengan kamar mandi dalam. Lokasinya yang jauh dari area publik memberikan privasi maksimal, menjadikannya tempat istirahat yang tenang.
Meskipun rumah ini mungil, lantai 2 tetap dibuat efisien dan optimal. Zonasi di lantai ini terdiri dari area belajar, dua kamar anak, serta area laundry dan jemuran. Di awal tangga, terdapat ruang belajar yang berfungsi sebagai area kerja atau tempat anak-anak mengerjakan tugas. Dua kamar anak berada di sisi kanan dan kiri, dengan ventilasi alami dari bukaan jendela yang menghadap ke innercourt. Sirkulasi udara tetap lancar, sehingga ruangan tidak terasa pengap meskipun berada di lantai atas. Di tengah lantai 2, terdapat ruang cuci dan setrika yang bersebelahan dengan area jemuran.Jemuran ini dilengkapi jendela besar yang bisa dibuka, Jendela ini juga berfungsi sebagai akses ke atap untuk maintenance jika diperlukan.