Perencanaan hunian di area perkotaan tidak terlepas dari isu lahan yang semakin terbatas, iklim mikro yang kurang sehat akibat polusi, serta kebutuhan ruang yang kian meningkat. Di satu sisi kondisi tersebut memang tidak menguntungkan, tetapi di sisi lain dapat menjadi pemacu para perancang untuk kreatif dan inovatif, dinamis menyiasati keadaan.
NATURAL APPROACH
Salah satu contoh konkritnya adalah rumah berlokasi di daerah Cinere, Depok ini. Dengan keterbatasan lahan seluas 103 meter persegi, arsitek dapat menjawab desain dari sebuah rumah dengan kebutuhan ruang yang kompleks, menjelma menjadi terdiri dari tiga lantai dengan luas bangunan sekitar 150 meter persegi. Sang arsitek, Andi Pratama (ANDParsitek) tetap memperhatikan unsur-unsur ekologi yang menggunakan sirkulasi silang, kolam ikan untuk menetralkan polusi, tanaman merambat, dan roof garden. Pendekatan dengan alampun dilakukan dari material yang digunakan, yaitu batu andesit, kayu, dan acian.
TOTAL CREATIVITY
Hunian merupakan hasil renovasi, membongkar total rumah lama. Kebutuhan khusus yang disampaikan oleh pemilik hanya meliputi kebutuhan-kebutuhan akan ruang, sementara bentuk desain dan material tercipta dari diskusi antara arsitek dan klien. Bagi perancang, pembangunan rumah ini memiliki arti khusus, challenging, dan menarik di setiap bagian proses desain maupun pembangunannya. Ruang-ruang publik dirancang saling berkomunikasi, sementara di antara ruang-ruang privat justru sebaliknya didesain tertutup. Level lantai yang tidak sama menjadikan celah-celah antara lantai menjadi fungsional untuk terjadinya komunikasi di antara penghuni. Termasuk di antaranya bidang-bidang kaca yang besar, sehingga ruang luar dan ruang dalam seolaholah
tanpa batas untuk menyiasati lahan terbatas supaya terlihat luas. Rancangan ini secara otomatis menghadirkan pula kesan view luar yang seakan tertarik ke dalam, sehingga menjadikan ruang luar dan ruang dalam seakan menyatu. Bagaikan bingkai berlukiskan alam. Di tengah-tengah lingkup warna bangunan yang hanya abu-abu, hitam, cream, dan putih, komposisi ini menjadi sangat menarik
Dominasi warna abu-abu sebagai ekspresi konsep industrialis yang terlihat pada dinding acian menjadi “berwarna” ketika bertemu dengan penerapan green concept yang diterjemahkan melalui desain roof top garden. Dengan dijadikannya atap bangunan sebagai taman atau area bercocok tanam, bangunan pun tampil lebih memikat berkat untaian hijau tanaman rambat yang hadir menghias dinding acian.
Kendati berlahan terbatas, perancang
berhasil “menyisihkan” area untuk kolam kecil di teras depan dengan suara gemericik air sebagai pemberi efek menyegarkan dan media yang dapat menurunkan suhu panas udara luar.Sambil duduk-duduk santai di area depan pun,penghuni menjadi terhibur oleh kolam kecil dengan ikan-ikan mas dan tanaman eceng gondok sebagai unsur dekoratifnya. Sementara itu, pohon existing yang sangat besar di depan rumah pun tegak berdiri menjadi foreground bangunan yang menawan.
OPTIMAL SPACE
Perancang mengoptimalkan bangunan dengan menghadirkan area tamu, area makan, area dapur dan inner court yard di lantai satu. Di lantai dua tersedia kamar tidur utama yang menyatu dengan kamar mandi utama serta area duduk dengan pintu kaca besar yang jika dibuka akan menyatu dengan roof top garden. Di area ini lah konsep antarruang publik saling berkomunikasi dapat dirasakan berkat pengaplikasian kaca-kaca besar transparan sebagai pembatas antar ruang. Selanjutnya, menuju lantai tiga akan ditemui kamar tidur anak dengan kaca besar transparan sebagai konektivitas visual yang menghadirkan visualisasi ke arah area duduk di lantai dua.
Dengan rancangan seperti ini memungkinkan visual kita ke arah luar atau roof top garden pun dapat dinikmati dari kamar tidur anak.
Perencanaan hunian di area perkotaan tidak terlepas dari isu lahan yang semakin terbatas, iklim mikro yang kurang sehat akibat polusi, serta kebutuhan ruang yang kian meningkat. Di satu sisi kondisi tersebut memang tidak menguntungkan, tetapi di sisi lain dapat menjadi pemacu para perancang untuk kreatif dan inovatif, dinamis menyiasati keadaan.
NATURAL APPROACH
Salah satu contoh konkritnya adalah rumah berlokasi di daerah Cinere, Depok ini. Dengan keterbatasan lahan seluas 103 meter persegi, arsitek dapat menjawab desain dari sebuah rumah dengan kebutuhan ruang yang kompleks, menjelma menjadi terdiri dari tiga lantai dengan luas bangunan sekitar 150 meter persegi. Sang arsitek, Andi Pratama (ANDParsitek) tetap memperhatikan unsur-unsur ekologi yang menggunakan sirkulasi silang, kolam ikan untuk menetralkan polusi, tanaman merambat, dan roof garden. Pendekatan dengan alampun dilakukan dari material yang digunakan, yaitu batu andesit, kayu, dan acian.
TOTAL CREATIVITY
Hunian merupakan hasil renovasi, membongkar total rumah lama. Kebutuhan khusus yang disampaikan oleh pemilik hanya meliputi kebutuhan-kebutuhan akan ruang, sementara bentuk desain dan material tercipta dari diskusi antara arsitek dan klien. Bagi perancang, pembangunan rumah ini memiliki arti khusus, challenging, dan menarik di setiap bagian proses desain maupun pembangunannya. Ruang-ruang publik dirancang saling berkomunikasi, sementara di antara ruang-ruang privat justru sebaliknya didesain tertutup. Level lantai yang tidak sama menjadikan celah-celah antara lantai menjadi fungsional untuk terjadinya komunikasi di antara penghuni. Termasuk di antaranya bidang-bidang kaca yang besar, sehingga ruang luar dan ruang dalam seolaholah
tanpa batas untuk menyiasati lahan terbatas supaya terlihat luas. Rancangan ini secara otomatis menghadirkan pula kesan view luar yang seakan tertarik ke dalam, sehingga menjadikan ruang luar dan ruang dalam seakan menyatu. Bagaikan bingkai berlukiskan alam. Di tengah-tengah lingkup warna bangunan yang hanya abu-abu, hitam, cream, dan putih, komposisi ini menjadi sangat menarik
Dominasi warna abu-abu sebagai ekspresi konsep industrialis yang terlihat pada dinding acian menjadi “berwarna” ketika bertemu dengan penerapan green concept yang diterjemahkan melalui desain roof top garden. Dengan dijadikannya atap bangunan sebagai taman atau area bercocok tanam, bangunan pun tampil lebih memikat berkat untaian hijau tanaman rambat yang hadir menghias dinding acian.
Kendati berlahan terbatas, perancang
berhasil “menyisihkan” area untuk kolam kecil di teras depan dengan suara gemericik air sebagai pemberi efek menyegarkan dan media yang dapat menurunkan suhu panas udara luar.Sambil duduk-duduk santai di area depan pun,penghuni menjadi terhibur oleh kolam kecil dengan ikan-ikan mas dan tanaman eceng gondok sebagai unsur dekoratifnya. Sementara itu, pohon existing yang sangat besar di depan rumah pun tegak berdiri menjadi foreground bangunan yang menawan.
OPTIMAL SPACE
Perancang mengoptimalkan bangunan dengan menghadirkan area tamu, area makan, area dapur dan inner court yard di lantai satu. Di lantai dua tersedia kamar tidur utama yang menyatu dengan kamar mandi utama serta area duduk dengan pintu kaca besar yang jika dibuka akan menyatu dengan roof top garden. Di area ini lah konsep antarruang publik saling berkomunikasi dapat dirasakan berkat pengaplikasian kaca-kaca besar transparan sebagai pembatas antar ruang. Selanjutnya, menuju lantai tiga akan ditemui kamar tidur anak dengan kaca besar transparan sebagai konektivitas visual yang menghadirkan visualisasi ke arah area duduk di lantai dua.
Dengan rancangan seperti ini memungkinkan visual kita ke arah luar atau roof top garden pun dapat dinikmati dari kamar tidur anak.
Perencanaan hunian di area perkotaan tidak terlepas dari isu lahan yang semakin terbatas, iklim mikro yang kurang sehat akibat polusi, serta kebutuhan ruang yang kian meningkat. Di satu sisi kondisi tersebut memang tidak menguntungkan, tetapi di sisi lain dapat menjadi pemacu para perancang untuk kreatif dan inovatif, dinamis menyiasati keadaan.
NATURAL APPROACH
Salah satu contoh konkritnya adalah rumah berlokasi di daerah Cinere, Depok ini. Dengan keterbatasan lahan seluas 103 meter persegi, arsitek dapat menjawab desain dari sebuah rumah dengan kebutuhan ruang yang kompleks, menjelma menjadi terdiri dari tiga lantai dengan luas bangunan sekitar 150 meter persegi. Sang arsitek, Andi Pratama (ANDParsitek) tetap memperhatikan unsur-unsur ekologi yang menggunakan sirkulasi silang, kolam ikan untuk menetralkan polusi, tanaman merambat, dan roof garden. Pendekatan dengan alampun dilakukan dari material yang digunakan, yaitu batu andesit, kayu, dan acian.
TOTAL CREATIVITY
Hunian merupakan hasil renovasi, membongkar total rumah lama. Kebutuhan khusus yang disampaikan oleh pemilik hanya meliputi kebutuhan-kebutuhan akan ruang, sementara bentuk desain dan material tercipta dari diskusi antara arsitek dan klien. Bagi perancang, pembangunan rumah ini memiliki arti khusus, challenging, dan menarik di setiap bagian proses desain maupun pembangunannya. Ruang-ruang publik dirancang saling berkomunikasi, sementara di antara ruang-ruang privat justru sebaliknya didesain tertutup. Level lantai yang tidak sama menjadikan celah-celah antara lantai menjadi fungsional untuk terjadinya komunikasi di antara penghuni. Termasuk di antaranya bidang-bidang kaca yang besar, sehingga ruang luar dan ruang dalam seolaholah
tanpa batas untuk menyiasati lahan terbatas supaya terlihat luas. Rancangan ini secara otomatis menghadirkan pula kesan view luar yang seakan tertarik ke dalam, sehingga menjadikan ruang luar dan ruang dalam seakan menyatu. Bagaikan bingkai berlukiskan alam. Di tengah-tengah lingkup warna bangunan yang hanya abu-abu, hitam, cream, dan putih, komposisi ini menjadi sangat menarik
Dominasi warna abu-abu sebagai ekspresi konsep industrialis yang terlihat pada dinding acian menjadi “berwarna” ketika bertemu dengan penerapan green concept yang diterjemahkan melalui desain roof top garden. Dengan dijadikannya atap bangunan sebagai taman atau area bercocok tanam, bangunan pun tampil lebih memikat berkat untaian hijau tanaman rambat yang hadir menghias dinding acian.
Kendati berlahan terbatas, perancang
berhasil “menyisihkan” area untuk kolam kecil di teras depan dengan suara gemericik air sebagai pemberi efek menyegarkan dan media yang dapat menurunkan suhu panas udara luar.Sambil duduk-duduk santai di area depan pun,penghuni menjadi terhibur oleh kolam kecil dengan ikan-ikan mas dan tanaman eceng gondok sebagai unsur dekoratifnya. Sementara itu, pohon existing yang sangat besar di depan rumah pun tegak berdiri menjadi foreground bangunan yang menawan.
OPTIMAL SPACE
Perancang mengoptimalkan bangunan dengan menghadirkan area tamu, area makan, area dapur dan inner court yard di lantai satu. Di lantai dua tersedia kamar tidur utama yang menyatu dengan kamar mandi utama serta area duduk dengan pintu kaca besar yang jika dibuka akan menyatu dengan roof top garden. Di area ini lah konsep antarruang publik saling berkomunikasi dapat dirasakan berkat pengaplikasian kaca-kaca besar transparan sebagai pembatas antar ruang. Selanjutnya, menuju lantai tiga akan ditemui kamar tidur anak dengan kaca besar transparan sebagai konektivitas visual yang menghadirkan visualisasi ke arah area duduk di lantai dua.
Dengan rancangan seperti ini memungkinkan visual kita ke arah luar atau roof top garden pun dapat dinikmati dari kamar tidur anak.